Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Looking for,,,

Kamis, 18 Desember 2014

10 Des 2014: Maafkan Umma Nak!

Tiba-tiba fisik ini kembali lemah, benar kata mas kemauan ku terlalu kuat tapi fisik belum bisa mendukung. Kemungkinan penyebabnya dari makanan beberapa hari ini yang ku konsumsi, fisik terlalu capek dan pikiran yang memikirkan hal-hal yg tak penting.

Beberapa hari ini memang aku terlalu banyak makan coklat dan ternyata itu tidak baik untuk anak di dalam kandungan sampai usia 5 tahun, mereka sensitif dengan makanan itu. Sebenarnya ada dari berbagai sumber kalau coklat baik untuk ibu hamil tp bukan coklat yang sembarangan tapi yang kadar gulanya tidak begitu banyak, nah ini yang aku konsumsi? I don't know lah masalah begituan asal makan aja ��
Tapi,,, kalau capek sebenarnya pekerjaan yang ku lakukan tidak banyak, hari itu bersih-bersih rumah dan cuci piring lalu masak dan setelah itu berangkat ke Malang. Iyahh memang posisi duduk ku miring (ini pun sudah biasa ku lakulan) tapi sesampainya di Malang mendadak langsung pusing, lemes dan udah ngerasa gak enak badan. Apa mungkin karena aku melakukan pekerjaan tanpa jeda untuk istirahat? Ahh itu masih dugaan sementara.
Masalah pikiran ini bukan kali pertama, ketika usia kandungan empat bulan untuk pertama kalinya aku pingsan karena sibuk memikirkan hal-hal yang kata si Mas gak penting hhe.., dan kemarin ketika di perjalanan ke Malang baru sadar kalau cincin yang diberikan Mas waktu melamar gak ada di jari ku (huaa pengen nangis lagi hiks ����). Ini dugaan Mas, aku sakit karena memikirkan cincin yang hilang dan berdampak ke kondisi fisik ��.

Apapun itu saat ini pengen cepet kembali sehat, kasihan si debay Kkuk pasti merasakan dampaknya juga ��. Maafkan Umma ya Nak!

Senin, 24 November 2014

Aku, Ibuk dan Calon Anak Ku

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

***
Merasakan menjadi Ibu, selalu terbayang-bayang ketika beliau mengandung ku dulu. Meskipun tidak tahu benar bagaimana beliau dulu, apa yang dirasakan ketika mengandung, perasaannya dll. Di kehamilan pertama dan di trisemster awal ini selalu terbayang-bayang wajah beliau, seperti merasakan apa yang beliau rasakan, ditambah ketika itu kehidupan keluarga masih serba kekurangan sehingga Bapak harus kerja dari pagi sampai malam dan tidak bisa secara intensif menemani ataupun memperhatikan Ibu khususnya ketika hamil (cerita Bapak). 

Bapak anak kedua dari tujuh bersaudara, anak pertama perempuan jadilah beliau yang bertanggungjawab terhadap adik-adiknya dan juga Mbok (Ibunya) karena Mbah Kung sudah meninggal sebelum Bapak menikah. Bahkan setelah menikah pun Bapak masih harus membiayai adik-adiknya yang masih sekolah dan belum menikah, itulah alasan -mungkin- sampai saat ini aku dan mas-mas ku tidak begitu dekat, karena ketika kecil Bapak lebih sibuk mencari uang daripada dengan kita. But.. It's no problem karena kita sudah besar dan tahu kenapa dulunya Bapak jarang dengan kita and I'm Pround of the father :)

 Di kehamilan ku Trisemester awal memang tidak begitu rewel atau morningsick ku tidak berlebihan, meskipun begitu nafsu makan bukannya bertambah malah menurun sehingga sempat di setiap bulannya mengalami penurunan sampai di usia kehamilan tiga bulan hanya 37,5 Kg berat badan ku. Well.. Alhamdulilah kondisi baby tetap sehat dan tidak ada masalah, itu yang terpenting! Sering kali di trisemster awal banyak hal-hal yang akhirnya mengingatkan ku dengan Ibuk, iyaa seperti merasakan perjuangan beliau ketika mengandung dan finally made me cry T.T. Aku bersyukur, meski semenjak menikah langsung keluar rumah alias ikut dengan suami tapi ketika hamil suami selalu siaga, memperhatikan dan menjaga apa yang dibutuhkan ku dan si Baby ;)

Setelah menikah baru benar-benar merasakan kurang pedulinya aku dulu kepada kedua orang tua, semoga aku bisa menjadi asset kalian kelak di akhirat dan do'a di setiap sujud ku mampu sedikit mengganti apa yang telah kalian berikan selama ini. Dan kesehatan selalu menyertai kalian agar bisa mendampingi ku hingga kelak aku bisa membesarkan dan menjadikan cucu kalian sukses dunia dan akhirat.


Sabtu, 25 Oktober 2014

Become Great Mommy, Great Parent!!

Selamat Pagi dan Happy New Year 1436 H guys.., 

Adakalanya setiap moment dalam kehidupan ingin diabadikan, tak hanya dalam ingatan yang suatu saat bisa terlupakan but dalam sebuah tempat yang bisa dilihat ataupun dibaca kembali *ecieee~

And this is about frist pregnancy!! 
Tak hanya itu, ini juga tentang kebesaran Allah, menciptakan manusia hanya dengan "KunFayakun" tapi semuanya sudah diproses dengan baik. Bagaimana tidak, jika setiap tubuh yang diciptakan ini masing-masing sudah memiliki alasan dan kegunaan (betul kan?). Jika dulu ketika diceritakan tentang proses lahirnya manusia dari pertemuan sperma (+) dan (-) hingga dilahirkan cuma bisa membayangkan dan masih abstrac, sekarang benar-benar bisa merasakan sendiri proses demi proses dan hanya syukur dan keyakinan yang semakin bertambah setiap harinya :).

How do you feel when pregnant?? Of couse happy! Bahagia yang tak bisa dikatakan, ketika dua garis merah muncul di alat test pack, hati langsung bergejolak tak menentu, air mata bahagia menetes tanpa diduga dan hanya syukur Alhamdulilah yang bisa terucap dari bibir ini. Yess... I will soon become Mommy! Aneh di awal, why? ketika itu tanggal 6 Agustus 2014 setelah dua kali mencoba dan finally yang ketiga ini positif, malamnya kita pergi ke Bidan untuk periksa dan katanya sudah masuk usia enam minggu padahal menurut ku masih usia satu minggu x_x. Ternyata kehamilan itu dihitung dari akhir haidh-ku (24 Juni 2014), tapi waktu itu kan sempat dua kali melakukan tes hasilnya kok negatif yaa?! kalau Bidannya sih bilang itu masih dalam masa pembuahan but to be honest I'm still not sure (hahaha). Seiring berjalannya waktu hingga saat ini sudah masuk di usia 17 minggu akhinya menerima juga --', tapi tetap masih butuh penjelasan yang sejelas-jelasnya about it all.

Banyak kisah kasihnya selama kehamilan ini, yahh karena memang ini masih kehamilan yang pertama dan hanya tinggal dengan suami so benar-benar merasakan setiap waktu proses demi proses yang terjadi. Apakah menyenangkan?? semua kita buat menyenangkan hihi... Setiap wanita -mungkin- akan merasakan suatu hal yang berbeda ketika hamil meskipun sedikit, ini semua berdasarkan curhatan dari saudara dan teman yang sudah lebih dulu hamil. Dari setiap proses ini banyak sekali pelajarannya, belajar sabar, ikhlas, menata pola hidup, dan belajar merubah diri dari yang dulunya masih sebagai anak kini akan menjadi sosok Mommy, itu yang terpenting. Sebagai Madrasah Ula tentu bukan hal mudah, mengumpulkan pelajaran demi pelajaran selama menjadi anak, membaca artikel yang berhubungan dan sharing dengan suami, orang tua, saudara dan teman. Because childreen are asset at akhirat for us, so semoga kita bisa menjadi orang tua yang tak hanya baik tapi bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak kita sebelum mereka menerima dari orang lain.
Great Mommy, Great Parent!!

Senin, 13 Oktober 2014

Graduation's Day

Selamat menyambut gelar sebagai sarjana pendidikan, meskipun aku tau dari dulu kamu sudah ahli sebagai seorang pendidik dan semoga setelah ini bisa menjadi pendidik yang lebih dan lebih hebat lagi. Iyaa, ternyata Aku sebagai manusia hanya bisa berencana, dan Allah tetap sebaik-baik perencana. Dihari ini ternyata aku belum bisa menghadiri hari bersejarah sahabat seikatan melepas gelar 'mahasiswa', kecewa pada diri sendiri kenapa di hari yang istimewa ini tidak bisa menyaksikan secara langsung kalian mengenakan toga dengan senyum sumringah di wajah. Kebahagian yang tak bisa tergantikan dengan kata-kata, bahwa pada akhirnya kita berhasil menyelesaikan studi, 'setidaknya' melepas sedikit beban orang tua dan membuktikan apa yang telah mereka usahakan tidak sia-sia. Meski setelah ini jalan masih terlalu panjang dan berliku untuk dilupakan tapi hari ini seakan terlupakan dengan pancaran wajah yang -mungkin- tak akan kita lupakan di wajah orang tua kita. Melihat anaknya mengenakan toga di kepala, dan menyaksikan secara langsung prosesi pergantian gelar mahasiswd menjadi sarjana. ( yes, meski hanya dilayar LCD hoho). Aah.. Jika mengingat waktu itu di detik-detik nama kita disebutkan rasanya jatung terlalu cepat berdetak, tak menyangka akhirnya bisa juga berada di gedung ini. Seoalah semua sudah terbayar! Sekali lagi selamat wisuda, selamat atas gelar Sarjana Pendidikan yang melekat untuk kalian, maaf raga ini tak bisa berada disana. Segala sesuatu -mungkin- memang harus ada yang di korbankan dan saat ini aku harus mengkorbankan ketidakhadiran di wisuda kalian. Mungkin ini apa yang dulu juga dirasakan Ilfa, tinggal beberapa meter kaki melangkah ke arah adik-adik dan teman-teman yang sudah menunggu untuk memberikan ucapan selamat tp kaki dipaksa untuk pulang. Rasa nano-nano dan seakan hati hancur berkeping-keping ( begitu kata dia dan itu benar! ). Salam dari Ibu-ku mohon maaf karena ke Malang-nya bertepatan dengan wisuda kalian tapi tidak bisa mampir dan selamat katanya hehe Terlalu panjang yaa ( hihi) , memang jika melihat perjalanan dari awal kuliah hingga masa-masa skripsi yang menguras segalanya ( materi, emosi, jiwa, raga dll) tapi hari ini adalah penawarnya. Happy graduation guys ... Noor Afida Hanum, S.Pd Nely Izzatul M, S.Pd Agregat Illah NY, S.Pd Novita Handayani, S.Pd

Sabtu, 28 September 2013

Pulau Sempu dengan Segara Anakan-nya

Pulau Sempu merupakan salah satu dari panorama wisata yang ada di Indonesia dan dijadikan primadona di Malang, daya tarik dari pulau ini adalah karena adanya Segara Anakan. Segara Anakan ini adalah air laut yang terperangkap di daratan sehingga menjadi sebuah danau, air-air tersebut masuk melewati celah-celah di tebing curam yang melindungi segara anakan dari lautan lepas. Pasir yang ada di pulau Sempu juga bagus, sangat halus berwarna putih cenderung pink dan coklat.
***
Pulau Sempu terletak di daerah Malang Selatan, dari kota Malang dengan mengendari sepeda motor butuh waktu 1,5 – 2 jam untuk sampai di Pantai Sendang Biru. Sebelum menuju pulau Sempu kita harus transit dulu untuk menyewa kapal yang akan membawa kita menyebrang, kurang lebih harga per kapal pulang pergi 100-200 ribu.
Perahu-perahu (kapal) milik nelayan di Pantai Sendang Biru

Setelah sampai di seberang pulau butuh waktu 1 jam jika tidak musim hujan dan jalan tidak becek untuk sampai di Segara Anakan. Medannya tidak terlalu sulit tapi tetap kita harus hati-hati karena banyak batu dan karang yang tak terlihat dan terkadang ada lintah jadi sebisa mungkin jangan melepas alas kaki.
***
Nah.., sesampainya disana kita akan disambut dengan keindahan tak ternilai, rasa lelah dan letih akan terbayar dengan pemandangan yang sangat indah. Kejernihan dan kesegaran air segara anakan akan menentramkan pikiran dan menghilangkan kepenatan dari kesibukan dan rutinitas selama di kota.
Akhirnya sampai juga, This is Sempu Island

Gak afdhol kalo gak nyemplung dan bermain di Segara Anakan

Foto ini diambil dari atas tebing yang mengelilingi Segara Anakan, dan dapat terlihat indahnya deburan ombak pantai Selatan #PagiHari

It's me, momentnya pass banget kereeenn !!

Prepare back to Sendang Biru, don’t forget to bring your garbage and always keep our Pulau Sempu. “Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun kecuali gambar”
Salam kelestarian untuk alam Indonesia!!!

Jumat, 03 Mei 2013

Pelatihan Manajerial Organisasi (PMO) Ekstra w/ Saintek

Jum'at, 26 April 2013
PMO merupakan kegiatan tentang bagaimana nantinya adik-adik di ikatan dapat membawa organisasi ini berjalan, disini adik-adik belajar tentang bagaimana sistem persuratan yang ada di ikatan, cara menjadi pemimpin atau menjadi orang yang berjiwa pemimpin, menganalisi permasalahan-permasalahan yang ada di organisasi secara menyeluruh dengan menggunakan analisis SWOT dan permasalahan yang ada diantara para kader (personal), yang terakhir tentang networking ini cara dalam mencari sponsor, sumber dana dan lain-lain untuk kelancaran dalam kegiatan-kegiatan yang akan diadakan pada waktu mereka berada di dalam kepengurusan.
Setiap acara PMO ini pasti ada yang namanya "renungan", biasanya berisi tentang sesuatu yang bersifat sedih tapi disini kita membuat agar adik-adik dapat lebih bersemangat lagi dalam ikatan. Sebelumnya para peserta akan ditanya dulu tentang beberapa hal terkait perjalanan mereka selama di ikatan sampai tujuannya nanti dalam membawa ikatan ini.

Paling tidak PMO ini dapat membuat kita lebih mengenal satu dengan yang lainnya, mengetahui kehidupannya dan dapat menjadi partner dalam berorganisasi maupun berteman. Karena ikatan ini lain berbeda dengan organisasi pada umumnya.

Sabtu, 27 April 2013

RESTRUKTURISASI IKATAN : IHTIAR PENGUATAN PERKADRAN, MANAJERIAL DAN KONSTRIBUSI ORGANISASI


Oleh : Achmad Zainuri Arif
Nostalgia Sejarah
Waktu itu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dikenal dengan sebutan “IMM” di Universitas Negeri Malang belum seperti ini. Ibarat sebuah rumah, IMM waktu itu Hanya memiliki sebuah kamar yang dihuni tidak terlalu banyak orang juga. Para penghuninya dari berbagai latar belakang yang tak sama. Cerita para Kakanda-Ayunda  tentang IMM UM yang waktu itu lebih dikenal dengan nama Komisariat Al-Furqon UM barangkali memberikan spirit tersendiri buat kita saat ini. Perjuangan yang begitu melelahkan dengan berbagai keterbatasan; kader yang tidak terlalu banyak, sekret yang seadanya, dana yang tidak selalu ada (kadang uang di kantong pun keluar dengan sendirinya...hehe)tak menyurutkan beliau semua untuk terus berusaha menjadikan IMM UM sampai seperti sekarang ini.
Melangkah pada usianya yang ke-11 (1996-2007) IMM Al-Furqon UM menunjukkan tanda-tanda untuk keluar dari zona tidak nyaman yang dilaluinyanya selama ini. Pada tahun itu, secara eksternal beberapa kader IMM UM secara Politik mendapat kepercayaan untuk memegang amanah sebagai menteri di kepengurusan BEM UM 2007 yang kemudian dari investasi itu pada tahun 2008 kader IMM UM berani menawarkan diri dan terpilih menjadi Presiden Mahasiswa UM untuk pertama kalinya sepanjang sejarah berdirinya IMM di UM dan IMM di perguruan tinggi negeri di Malang Raya ini. Pada tahun itu pula salah satu kader IMM UM yang lainnya dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Cabang IMM Malang. Secara internal, pada tahun 2007 itu pulalah proses rekrutmen tidak “seseret” seperti tahun-tahun sebelumnya, labih kurang 50 mahasiswa (baru dan lama) yang mengikuti DAD yang terbagi menjadi DAD I & II dimana saya termasuk bagian di dalamnya, dan jumlah itu sekali lagi memecahkan rekor jumlah peserta DAD pada tahun sebelum-sebelumnya.
Tanda-tanda abnormal dari sisi ekternal maupun internal itulah yang kemudian memunculkan gagasan untuk pengembangan Komisariat IMM UM untuk menjadi 3 komisariat. Latar belakangnya tentu saja agar kader yang semakin banyak itu memiliki ruang yang cukup untuk mengaktualisasikan diri, mengembangkan potensi yang dimiliki serta semakin menunjukkan eksistensi dan konstribusi ikatan ini bagi kader sendiri maupun lingkungan disekitarnya. Memasuki bulan maret tahun 2008, Proses regenerasi kepemimpinan, laporan pertanggungjawaban serta forum untuk perumusan masa depan organisasi melaui Musyawarah Komisariat (MUSYKOM) diselenggarakan. Wacana mengenai pengembangan komisariat pun akhirnya direalisasi meskipun sempat terjadi perdebatan yang cukup panjang antara pihak yang pro dan kontra mengenai kebijakan ini. Sementara kami yang masih MABA dan masih belum mengerti tentang apa yang sedang dibicarakan itu hanya mengamati dan mencoba memahami (meski di dalam hati sebenarnya sudah menyiapkan diri bila komisariat ini harus berkembang). Keputusan akhirpun diambil, IMM Komisariat “Al-Furqon” UM secara resmi mekar menjadi 3 cabang; Komisariat FIP (FIP), Komisariat EKSTRA (FE-FS) dan SAINTEK (FMIPA-FT). Kader-kader angkatan 2006-2007 menjadi nahkoda di Komisariat baru tersebut, sementara angkatan 2005 masuk di kepengurusan KORKOM yang berperan utama untuk mendampingi komisariat baru tersebut.
Diakui atau tidak, proses pengembangan ini memiliki dampak positif maupun negatif bagi kader maupun organisasi. Secara positif, pemekaran ini memberikan ruang yang cukup bagi kader untuk mengaktualisasikan diri. Proses dinamisasi kader berjalan lebih kompetitif karena terjadi lintas komisariat. Citra Ikatan secara eksternal terlihat semakin kuat karena semakin banyak komisariat yang ada. Sementara di sisi yang lain, dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya pengembangan itu adalah beberapa kader yang secara psikologi belum siap dan tidak menerima gagasan pengembangan itu mengalami penurunan motivasi, yang berakibat pada kurang optimal berorganisasi. Apabila tidak didampingi dengan baik, komisariat-komisariat ini juga rawan mengalami disorientasi visi serta reduksi kerja organisasi karena struktur kepengurusannya yang berisi kader-kader baru. Dengan pengembangan ini pula disharmoni antar kader akan semakin kuat karena masing-masing kader fokus terhadap komisariat masing-masing dan juga kompetisi yang terjadi.
Realitas Kekinian
Tak terasa IMM KORKOM UM beserta Komisariat-komisariat yang ada telah memasuki usianya yang ke-5. Lika-liku perjalanan menjadi cerita yang menarik, pelajaran yang berharga serta kesan yang tak akan pernah terlupakan bagi para kader-kader “Merah Hati” yang telah dan tak pernah lelah berjuang untuk Agama dan Ikatan ini. Realitas bahwa zaman terus berkembang memang sebuah keniscayaan yang tak bisa kita tahan, bahkan lawan, termasuk pada IMM ini.
Wacana mengenai pengembangan organisasi beberapa tahun ini memang begitu hangat, alasan utamanya apalagi kalau bukan optimalisasi perkaderan dan kerja organisasi agar organisasi semakin terlihat konstribusinya. Sebelum keberangkatan saya ke Pulau Flores-Nusa Tenggara Timur, wacana pengembangan PC. IMM Malang sedang panas, bahkan sampai sekarang. Latar belakangnya dikarenakan jumlah Komisariat di Malang Raya ini yang semakin banyak, ± 21 Komisariat berada di Naungan PC. IMM Malang, jumlah Komisariat terbanyak PC se Indonesia. Memang wacana itu sudah muncul 5 tahun yang lalu, dan akhir akhir ini wacana itu sudah mulai untuk dieksekusi meski ada berbagai pro dan kontra. Dan belum selesai dengan wacana Pengembangan PC. IMM Malang, hampir 6 bulan diperantauan, wacana pengembangan komisariat kembali muncul, kali ini di Universitas tempat asal saya, Universitas Negeri Malang.
Rencana pengembangan Komisariat tersebut memang sudah pernah terlintas dalam benak pikiran para kanda-Ayunda, hal ini dikarenakan perkembangan Universitas dan perkaderan lambat laun pasti akan terjadi, dan hal itu pula yang menuntut kita untuk menyesuaikan. Pada tahun 2009, salah satu jurusan di FIP UM yaitu Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan secara resmi berdiri menjadi Fakultas Ilmu Keolahragaan. Beberapa tahun kemudian disusul Fakultas Ilmu Sosial yang jurusannya berasal dari Fakultas berbeda yaitu Jur Geografi (ex. FMIPA), Sejarah (Ex. FS) dan PKn (ex. FIP) dan yang terakhir Fakultas Psikologi yang merupakan embrio FIP serta beberapa Jurusan yang saya tidak begitu update (maklum sudah lama g d kampus, hehe). Pada awalnya fakta awal itu tidak begitu berpengaruh, tapi seiring semakin berkembangnya jurusan dan fakultas yang ada, manajerial organisasi mengalami sedikit tumpang tindih. Misalnya saja ketika ada perekrutan dan suksesi kepemimpinan di FIS dimana ada 3 jurusan yang awalnya berasal dari fakultas yang berbeda dan itu artinya secara keorganisasian juga akan melibatkan 3 komisariat yang berbeda dalam merumuskan kebijakan, sehingga hal itu dirasakan kurang efektif dan efisien. Secara administratif, keanggotaan jurusan dan fakultas juga belum dirumuskan ulang pasca pengembangan jur-fak di UM tersebut. Fakta di kampus dan internal organisasi tersebut lah yang kemudian mengharuskan kita untuk merestrukturisasi keanggotaan di setiap komisariat agar dapat berjalan tertib, efektif dan optimal.
Saran Kebijakan
Sebagai Ihtiar untuk penguatan perkaderan, manajerial serta peran organisasi. Melihat dari realitas yang ada. Mungkin beberapa hal ini perlu menjadi pertimbangan dalam melangkah.
1.    Perlu adanya perapian/ restrukturisasi keanggotaan di masing-masing komisariat. Berdirinya jurusan dan fakultas yang baru perlu untuk segera dipetakan, akan menjadi bagian dari komisariat apa yg didasarkan aspek history dan disiplin keilmuan.
2.    Pemetaan Sumber Daya Kader secara Kuantitas dan Kualitas. Secara kualitas, sejauh mana potensi yang dimiliki dan pos-pos apa yang bisa dimasuki oleh mereka, baik di internal Ikatan maupun Eksternal Universitas. Secara kauntitas, pendataan mengenai jumlah kader yang ada di tiap-tiap fakultas, dengan begitu bisa dilakukan optimalisasi rekrutmen di fakultas yang masih belum banyak kader serta mempersiapkan untuk regenerasi kepemimpinan.
3.    Perumusan Visi masing-masing organisasi. Target jangka pendek (1 thn), jangka menengah (3 thn) dan jangka panjang (5 thn). Jangka pendek misalnya terget 50 /100 maba dalam setiap perekrutan, dan bisa bertahan sampai akhir. Jangka menengah misalnya, 3 tahun ke depan harus ada kader yang tampil di panggung politik. Jangka panjang misalnya, program kajian keislaman dan diskusi keilmuan harus bisa berjalan secara baik (istiqomah) dengat perangkat pembelajaran yang sistematis.
4.    Penguatan program “Akar” yaitu program yang mendasar-urgen yaitu Kajian Keislaman dan Diskusi Keilmuan.
Barangkali saran itu yang bisa sedikit kami utarakan demi keberlangsungan Ikatan ke depan.
 Tanggapan:
1.      Terkait  wacana perapian sudah menjadi keharusan untuk segera dilakukan agar manajerial organisasi bisa berjalan lebih optimal.
2.      Terkait wacana pengembangan komisariat yaitu 1) SAINTEK: MIPA-TEKNIK-FIK, 2) FIP-PSIKOLOGI, 3) FE-FIS, dan 4) FS, barangkali perlu dipikirkan ulang dan mendalam. Karena Apa?
a.       Terkait Sumber Daya Kader (SDK), apakah di tiap-tiap komisariat yang akan dikembangkan nantinya sudah mencukupi secara kuantitas-kualitas. Jangan sampai ada kesenjangan yang begitu lebar, memulai langkah dari awal kembali.
b.      Terkait psikologi kader, apakah semuanya bisa menerima dan siap. Jangan sampai pengalaman yang lalu kita ulang kembali. Jangan sampai dipaksakan segera. Kalaupun belum siap, mgkin 1 tahun bisa menjadi masa persiapan dan pematangan kader.
c.       Terkait komposisi keanggotaan, khususnya di Sastra dan Saintek nantinya. Jangan sampai mereduksi soliditas dan potensi yang ada serta memberikan beban berlebih. Aspek history dan fakta dilapangan serta disiplin keilmuan perlu dipertimbangan lagi.
d.      Mungkin ada baiknya perapian saja, agar para kader bisa membincang lebih banyak masalah visi organisasi. Dikhawatirkan apabila dikembangkan, kita semua kembali mulai melangkah dari awal dengan SDK yang terbatas. Penguatan harmonisasi kader lintas komisariat.