Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Looking for,,,

Jumat, 29 Juli 2016

Pentol Tempe

Bahan:
- Tempe
- 2 siung bawang putih
- 1/2 sdt ketumbar bubuk
- garam secukupnya
- 3 sdm tepung terigu/ sajiku
- 2 sdm tepung beras
- air secukupnya
- daun bawang atau seledri (potong)

Cara membuat:
- haluskan bawang putih, garam dan beri ketumbar. Setelah itu ulek juga tempe tapi jangan sampe halus, yang penting hancur dan aduk rata.
- di wadah lain campur tepung terigu dan tepung beras, lalu pindahkan tempe tadi ke wadah campur dengan tepung sampai rata.
- masukkan daun bawang dan beri air sedikit demi sedikit (jangan sampai encer yaa), dan bentuk adonan jadi bulatan2 kecil
- panaskan minyak dan siap digoreng sampai warna kecoklatan langsung diangkat & tiriskan.

Jumat, 19 Februari 2016

Ayam Kecap

bahan:
1/4 sayap ayam
5 siung bawang merah (diiris)
3 siung bawang putih (di gebrak)
1 Laos
3 sdm kecap
2 sdm minyak goreng
100 ml Air
garam secukupnya
gula secukupnya

cara membuat:
1. tumis bawang merah, bawang putih dan laos sampai harum, kemudian masukkan ayam.
2. beri air kemudian tutup dengan tutup panci.
3. jika ayam sudah mulai empuk masukkan kecap, tambahkan garam dan gula agar semakin sedap.
4. aduk rata lalu cicipi dan siap dihidangkan :)

Kamis, 15 Januari 2015

Recommended: Film "Assalamualaikum Beijing"

Setelah sebelumnya Mbak Hanum Rais mengajak kita melihat bagaimana peradaban Islam yang ada di Eropa melalui film "99 Cahaya di Langit Eropa", kini giliran Mbak Asma Nadia mengajak kita untuk melihat sejarah Islam dan perkembangan muslim yang ada di Kota Beijing. Kedua filim ini memiliki persamaan, sama-sama diambil dari sebuah novel, disutradari oleh orang yang sama yakni: Guntur Soeharjanto dan ceritanya berada di luar negeri. Melalui dua karya tersebut semakin membuka mata kita bahwa Agama Islam itu sangat luas dan besar tak hanya di Indonesia maupun di Timur tengah saja.

***
Dalam film meskipun tidak dijelaskan secara detail bagaimana Islam mulai masuk di Negeri China khususnya kota Beijing ini tapi kita diperlihatkan dengan adanya peninggalan-peninggalan Islam seperti Masjid. Islam bukan agama yang besar (minioritas) di China, akan tetapi Agama Islam diakui sebagai salah satu dari lima agama yang ada di negara tersebut. Lalu bagaimana keadaan ummat Islam disana? Sungguh toleransi yang sangat indah, mereka dapat hidup berdampingan. Hal ini terbukti dengan banyaknya masjid-masjid yang ada disana dan kebebasan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Dan yang lebih membuat saya kaget ternyata mereka mengakui bahwa Islam merupakan Agama yang murni, mereka percaya dengan Muhammad dan Makkah, semoga mereka dibukakan hatinya agar hidayah bisa membawa mereka menuju Agama Islam *aamiin.

***
Jika membaca dapat membuat kita berimajinasi dan menjadikan pikiran kita lebih terbuka, maka dengan menonton film menjadikan imajinasi kita menjadi lebih sempurna. Biasa kita akan bermain dengan khayalan-khayalan indah, merangkai gambaran sendiri tentang cerita yang kita baca, tak jarang menjadikan diri kita sendiri sebagai tokoh utama dalam cerita tersebut. Benar tidak? atau hanya aku saja hhe. Ketika membaca novel "Assalamualaikum Beijing" mungkin tempat yang bisa dibayangkan hanya Great Wall (Tembok Besar China) saja karena memang termasuk keajaiban dunia dan sering muncul di layar Televisi. Lalu bagaimana dengan Masjid Niujie, Patung Ashima dan keadaan kota Beijing? Apa yang kalian bayangkan? Membayangkan Masjid Niujie seperti Masjid di belakang rumah, patung Ashima seperti diri kita sendiri (karena Asma dipanggil Ashima oleh Zhong Wen) dan keadaan kota Beijing seperti kota Malang (hahahha). Mungkin itu gambaran yang saya bayangkan sebelum adanya film ini, tapi setelah menonton akhirnya kita tahu Masjid Niujie bangunannya hampir sama dengan kuil-kuil yang ada disana, patung Ashima jauh berbeda dari yang dibayangkan dan keadaan kota Beijing tak sama dengan kota Malang :D. Ini merupakan wawasan baru buat kita, membuka ruang imajinasi yang baru tentang kota Beijing.

***
Dan yang terakhir dari film ini banyak sekali eduksi khususnya tentang cinta yang dapat kita ambil, dengan bahasa yang mudah mbak Asma Nadia menjelaskan bagaimana seharusnya kita mencintai sesama manusia dan tentunya berlawan jenis hhihi. Film bergenre drama ini sangat cocok untuk semua usia, bahkan 'wajib' ditonton untuk anak yang mengalami masa puber yang sedang belajar tentang cinta. Kenapa? agar mereka dapat belajar bagaimana cinta yang seharusnya mereka berikan, bagaimana seharusnya cinta bertindak. Seperti yang disampaikan dalam film ini "Bahwa cinta adalah menjaga dan tidak perlu tergesa-gesa, terus bergerak ke arah yang lebih baik tanpa larut dalam sedih dan luka, dan tidaklah diperlukan fisik yang sempurna untuk meraih cinta yang sempurna".

Quote "Jika Tak Kau Temukan Cinta, Biarlah Cinta Menemukanmu" 

Tumpang, 15 Januari 2015
04.54 wib

Kamis, 18 Desember 2014

10 Des 2014: Maafkan Umma Nak!

Tiba-tiba fisik ini kembali lemah, benar kata mas kemauan ku terlalu kuat tapi fisik belum bisa mendukung. Kemungkinan penyebabnya dari makanan beberapa hari ini yang ku konsumsi, fisik terlalu capek dan pikiran yang memikirkan hal-hal yg tak penting.

Beberapa hari ini memang aku terlalu banyak makan coklat dan ternyata itu tidak baik untuk anak di dalam kandungan sampai usia 5 tahun, mereka sensitif dengan makanan itu. Sebenarnya ada dari berbagai sumber kalau coklat baik untuk ibu hamil tp bukan coklat yang sembarangan tapi yang kadar gulanya tidak begitu banyak, nah ini yang aku konsumsi? I don't know lah masalah begituan asal makan aja ��
Tapi,,, kalau capek sebenarnya pekerjaan yang ku lakukan tidak banyak, hari itu bersih-bersih rumah dan cuci piring lalu masak dan setelah itu berangkat ke Malang. Iyahh memang posisi duduk ku miring (ini pun sudah biasa ku lakulan) tapi sesampainya di Malang mendadak langsung pusing, lemes dan udah ngerasa gak enak badan. Apa mungkin karena aku melakukan pekerjaan tanpa jeda untuk istirahat? Ahh itu masih dugaan sementara.
Masalah pikiran ini bukan kali pertama, ketika usia kandungan empat bulan untuk pertama kalinya aku pingsan karena sibuk memikirkan hal-hal yang kata si Mas gak penting hhe.., dan kemarin ketika di perjalanan ke Malang baru sadar kalau cincin yang diberikan Mas waktu melamar gak ada di jari ku (huaa pengen nangis lagi hiks ����). Ini dugaan Mas, aku sakit karena memikirkan cincin yang hilang dan berdampak ke kondisi fisik ��.

Apapun itu saat ini pengen cepet kembali sehat, kasihan si debay Kkuk pasti merasakan dampaknya juga ��. Maafkan Umma ya Nak!

Senin, 24 November 2014

Aku, Ibuk dan Calon Anak Ku

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

***
Merasakan menjadi Ibu, selalu terbayang-bayang ketika beliau mengandung ku dulu. Meskipun tidak tahu benar bagaimana beliau dulu, apa yang dirasakan ketika mengandung, perasaannya dll. Di kehamilan pertama dan di trisemster awal ini selalu terbayang-bayang wajah beliau, seperti merasakan apa yang beliau rasakan, ditambah ketika itu kehidupan keluarga masih serba kekurangan sehingga Bapak harus kerja dari pagi sampai malam dan tidak bisa secara intensif menemani ataupun memperhatikan Ibu khususnya ketika hamil (cerita Bapak). 

Bapak anak kedua dari tujuh bersaudara, anak pertama perempuan jadilah beliau yang bertanggungjawab terhadap adik-adiknya dan juga Mbok (Ibunya) karena Mbah Kung sudah meninggal sebelum Bapak menikah. Bahkan setelah menikah pun Bapak masih harus membiayai adik-adiknya yang masih sekolah dan belum menikah, itulah alasan -mungkin- sampai saat ini aku dan mas-mas ku tidak begitu dekat, karena ketika kecil Bapak lebih sibuk mencari uang daripada dengan kita. But.. It's no problem karena kita sudah besar dan tahu kenapa dulunya Bapak jarang dengan kita and I'm Pround of the father :)

 Di kehamilan ku Trisemester awal memang tidak begitu rewel atau morningsick ku tidak berlebihan, meskipun begitu nafsu makan bukannya bertambah malah menurun sehingga sempat di setiap bulannya mengalami penurunan sampai di usia kehamilan tiga bulan hanya 37,5 Kg berat badan ku. Well.. Alhamdulilah kondisi baby tetap sehat dan tidak ada masalah, itu yang terpenting! Sering kali di trisemster awal banyak hal-hal yang akhirnya mengingatkan ku dengan Ibuk, iyaa seperti merasakan perjuangan beliau ketika mengandung dan finally made me cry T.T. Aku bersyukur, meski semenjak menikah langsung keluar rumah alias ikut dengan suami tapi ketika hamil suami selalu siaga, memperhatikan dan menjaga apa yang dibutuhkan ku dan si Baby ;)

Setelah menikah baru benar-benar merasakan kurang pedulinya aku dulu kepada kedua orang tua, semoga aku bisa menjadi asset kalian kelak di akhirat dan do'a di setiap sujud ku mampu sedikit mengganti apa yang telah kalian berikan selama ini. Dan kesehatan selalu menyertai kalian agar bisa mendampingi ku hingga kelak aku bisa membesarkan dan menjadikan cucu kalian sukses dunia dan akhirat.


Sabtu, 25 Oktober 2014

Become Great Mommy, Great Parent!!

Selamat Pagi dan Happy New Year 1436 H guys.., 

Adakalanya setiap moment dalam kehidupan ingin diabadikan, tak hanya dalam ingatan yang suatu saat bisa terlupakan but dalam sebuah tempat yang bisa dilihat ataupun dibaca kembali *ecieee~

And this is about frist pregnancy!! 
Tak hanya itu, ini juga tentang kebesaran Allah, menciptakan manusia hanya dengan "KunFayakun" tapi semuanya sudah diproses dengan baik. Bagaimana tidak, jika setiap tubuh yang diciptakan ini masing-masing sudah memiliki alasan dan kegunaan (betul kan?). Jika dulu ketika diceritakan tentang proses lahirnya manusia dari pertemuan sperma (+) dan (-) hingga dilahirkan cuma bisa membayangkan dan masih abstrac, sekarang benar-benar bisa merasakan sendiri proses demi proses dan hanya syukur dan keyakinan yang semakin bertambah setiap harinya :).

How do you feel when pregnant?? Of couse happy! Bahagia yang tak bisa dikatakan, ketika dua garis merah muncul di alat test pack, hati langsung bergejolak tak menentu, air mata bahagia menetes tanpa diduga dan hanya syukur Alhamdulilah yang bisa terucap dari bibir ini. Yess... I will soon become Mommy! Aneh di awal, why? ketika itu tanggal 6 Agustus 2014 setelah dua kali mencoba dan finally yang ketiga ini positif, malamnya kita pergi ke Bidan untuk periksa dan katanya sudah masuk usia enam minggu padahal menurut ku masih usia satu minggu x_x. Ternyata kehamilan itu dihitung dari akhir haidh-ku (24 Juni 2014), tapi waktu itu kan sempat dua kali melakukan tes hasilnya kok negatif yaa?! kalau Bidannya sih bilang itu masih dalam masa pembuahan but to be honest I'm still not sure (hahaha). Seiring berjalannya waktu hingga saat ini sudah masuk di usia 17 minggu akhinya menerima juga --', tapi tetap masih butuh penjelasan yang sejelas-jelasnya about it all.

Banyak kisah kasihnya selama kehamilan ini, yahh karena memang ini masih kehamilan yang pertama dan hanya tinggal dengan suami so benar-benar merasakan setiap waktu proses demi proses yang terjadi. Apakah menyenangkan?? semua kita buat menyenangkan hihi... Setiap wanita -mungkin- akan merasakan suatu hal yang berbeda ketika hamil meskipun sedikit, ini semua berdasarkan curhatan dari saudara dan teman yang sudah lebih dulu hamil. Dari setiap proses ini banyak sekali pelajarannya, belajar sabar, ikhlas, menata pola hidup, dan belajar merubah diri dari yang dulunya masih sebagai anak kini akan menjadi sosok Mommy, itu yang terpenting. Sebagai Madrasah Ula tentu bukan hal mudah, mengumpulkan pelajaran demi pelajaran selama menjadi anak, membaca artikel yang berhubungan dan sharing dengan suami, orang tua, saudara dan teman. Because childreen are asset at akhirat for us, so semoga kita bisa menjadi orang tua yang tak hanya baik tapi bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak kita sebelum mereka menerima dari orang lain.
Great Mommy, Great Parent!!

Senin, 13 Oktober 2014

Graduation's Day

Selamat menyambut gelar sebagai sarjana pendidikan, meskipun aku tau dari dulu kamu sudah ahli sebagai seorang pendidik dan semoga setelah ini bisa menjadi pendidik yang lebih dan lebih hebat lagi. Iyaa, ternyata Aku sebagai manusia hanya bisa berencana, dan Allah tetap sebaik-baik perencana. Dihari ini ternyata aku belum bisa menghadiri hari bersejarah sahabat seikatan melepas gelar 'mahasiswa', kecewa pada diri sendiri kenapa di hari yang istimewa ini tidak bisa menyaksikan secara langsung kalian mengenakan toga dengan senyum sumringah di wajah. Kebahagian yang tak bisa tergantikan dengan kata-kata, bahwa pada akhirnya kita berhasil menyelesaikan studi, 'setidaknya' melepas sedikit beban orang tua dan membuktikan apa yang telah mereka usahakan tidak sia-sia. Meski setelah ini jalan masih terlalu panjang dan berliku untuk dilupakan tapi hari ini seakan terlupakan dengan pancaran wajah yang -mungkin- tak akan kita lupakan di wajah orang tua kita. Melihat anaknya mengenakan toga di kepala, dan menyaksikan secara langsung prosesi pergantian gelar mahasiswd menjadi sarjana. ( yes, meski hanya dilayar LCD hoho). Aah.. Jika mengingat waktu itu di detik-detik nama kita disebutkan rasanya jatung terlalu cepat berdetak, tak menyangka akhirnya bisa juga berada di gedung ini. Seoalah semua sudah terbayar! Sekali lagi selamat wisuda, selamat atas gelar Sarjana Pendidikan yang melekat untuk kalian, maaf raga ini tak bisa berada disana. Segala sesuatu -mungkin- memang harus ada yang di korbankan dan saat ini aku harus mengkorbankan ketidakhadiran di wisuda kalian. Mungkin ini apa yang dulu juga dirasakan Ilfa, tinggal beberapa meter kaki melangkah ke arah adik-adik dan teman-teman yang sudah menunggu untuk memberikan ucapan selamat tp kaki dipaksa untuk pulang. Rasa nano-nano dan seakan hati hancur berkeping-keping ( begitu kata dia dan itu benar! ). Salam dari Ibu-ku mohon maaf karena ke Malang-nya bertepatan dengan wisuda kalian tapi tidak bisa mampir dan selamat katanya hehe Terlalu panjang yaa ( hihi) , memang jika melihat perjalanan dari awal kuliah hingga masa-masa skripsi yang menguras segalanya ( materi, emosi, jiwa, raga dll) tapi hari ini adalah penawarnya. Happy graduation guys ... Noor Afida Hanum, S.Pd Nely Izzatul M, S.Pd Agregat Illah NY, S.Pd Novita Handayani, S.Pd

Sabtu, 28 September 2013

Pulau Sempu dengan Segara Anakan-nya

Pulau Sempu merupakan salah satu dari panorama wisata yang ada di Indonesia dan dijadikan primadona di Malang, daya tarik dari pulau ini adalah karena adanya Segara Anakan. Segara Anakan ini adalah air laut yang terperangkap di daratan sehingga menjadi sebuah danau, air-air tersebut masuk melewati celah-celah di tebing curam yang melindungi segara anakan dari lautan lepas. Pasir yang ada di pulau Sempu juga bagus, sangat halus berwarna putih cenderung pink dan coklat.
***
Pulau Sempu terletak di daerah Malang Selatan, dari kota Malang dengan mengendari sepeda motor butuh waktu 1,5 – 2 jam untuk sampai di Pantai Sendang Biru. Sebelum menuju pulau Sempu kita harus transit dulu untuk menyewa kapal yang akan membawa kita menyebrang, kurang lebih harga per kapal pulang pergi 100-200 ribu.
Perahu-perahu (kapal) milik nelayan di Pantai Sendang Biru

Setelah sampai di seberang pulau butuh waktu 1 jam jika tidak musim hujan dan jalan tidak becek untuk sampai di Segara Anakan. Medannya tidak terlalu sulit tapi tetap kita harus hati-hati karena banyak batu dan karang yang tak terlihat dan terkadang ada lintah jadi sebisa mungkin jangan melepas alas kaki.
***
Nah.., sesampainya disana kita akan disambut dengan keindahan tak ternilai, rasa lelah dan letih akan terbayar dengan pemandangan yang sangat indah. Kejernihan dan kesegaran air segara anakan akan menentramkan pikiran dan menghilangkan kepenatan dari kesibukan dan rutinitas selama di kota.
Akhirnya sampai juga, This is Sempu Island

Gak afdhol kalo gak nyemplung dan bermain di Segara Anakan

Foto ini diambil dari atas tebing yang mengelilingi Segara Anakan, dan dapat terlihat indahnya deburan ombak pantai Selatan #PagiHari

It's me, momentnya pass banget kereeenn !!

Prepare back to Sendang Biru, don’t forget to bring your garbage and always keep our Pulau Sempu. “Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun kecuali gambar”
Salam kelestarian untuk alam Indonesia!!!

Jumat, 03 Mei 2013

Pelatihan Manajerial Organisasi (PMO) Ekstra w/ Saintek

Jum'at, 26 April 2013
PMO merupakan kegiatan tentang bagaimana nantinya adik-adik di ikatan dapat membawa organisasi ini berjalan, disini adik-adik belajar tentang bagaimana sistem persuratan yang ada di ikatan, cara menjadi pemimpin atau menjadi orang yang berjiwa pemimpin, menganalisi permasalahan-permasalahan yang ada di organisasi secara menyeluruh dengan menggunakan analisis SWOT dan permasalahan yang ada diantara para kader (personal), yang terakhir tentang networking ini cara dalam mencari sponsor, sumber dana dan lain-lain untuk kelancaran dalam kegiatan-kegiatan yang akan diadakan pada waktu mereka berada di dalam kepengurusan.
Setiap acara PMO ini pasti ada yang namanya "renungan", biasanya berisi tentang sesuatu yang bersifat sedih tapi disini kita membuat agar adik-adik dapat lebih bersemangat lagi dalam ikatan. Sebelumnya para peserta akan ditanya dulu tentang beberapa hal terkait perjalanan mereka selama di ikatan sampai tujuannya nanti dalam membawa ikatan ini.

Paling tidak PMO ini dapat membuat kita lebih mengenal satu dengan yang lainnya, mengetahui kehidupannya dan dapat menjadi partner dalam berorganisasi maupun berteman. Karena ikatan ini lain berbeda dengan organisasi pada umumnya.

Sabtu, 27 April 2013

RESTRUKTURISASI IKATAN : IHTIAR PENGUATAN PERKADRAN, MANAJERIAL DAN KONSTRIBUSI ORGANISASI


Oleh : Achmad Zainuri Arif
Nostalgia Sejarah
Waktu itu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dikenal dengan sebutan “IMM” di Universitas Negeri Malang belum seperti ini. Ibarat sebuah rumah, IMM waktu itu Hanya memiliki sebuah kamar yang dihuni tidak terlalu banyak orang juga. Para penghuninya dari berbagai latar belakang yang tak sama. Cerita para Kakanda-Ayunda  tentang IMM UM yang waktu itu lebih dikenal dengan nama Komisariat Al-Furqon UM barangkali memberikan spirit tersendiri buat kita saat ini. Perjuangan yang begitu melelahkan dengan berbagai keterbatasan; kader yang tidak terlalu banyak, sekret yang seadanya, dana yang tidak selalu ada (kadang uang di kantong pun keluar dengan sendirinya...hehe)tak menyurutkan beliau semua untuk terus berusaha menjadikan IMM UM sampai seperti sekarang ini.
Melangkah pada usianya yang ke-11 (1996-2007) IMM Al-Furqon UM menunjukkan tanda-tanda untuk keluar dari zona tidak nyaman yang dilaluinyanya selama ini. Pada tahun itu, secara eksternal beberapa kader IMM UM secara Politik mendapat kepercayaan untuk memegang amanah sebagai menteri di kepengurusan BEM UM 2007 yang kemudian dari investasi itu pada tahun 2008 kader IMM UM berani menawarkan diri dan terpilih menjadi Presiden Mahasiswa UM untuk pertama kalinya sepanjang sejarah berdirinya IMM di UM dan IMM di perguruan tinggi negeri di Malang Raya ini. Pada tahun itu pula salah satu kader IMM UM yang lainnya dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Cabang IMM Malang. Secara internal, pada tahun 2007 itu pulalah proses rekrutmen tidak “seseret” seperti tahun-tahun sebelumnya, labih kurang 50 mahasiswa (baru dan lama) yang mengikuti DAD yang terbagi menjadi DAD I & II dimana saya termasuk bagian di dalamnya, dan jumlah itu sekali lagi memecahkan rekor jumlah peserta DAD pada tahun sebelum-sebelumnya.
Tanda-tanda abnormal dari sisi ekternal maupun internal itulah yang kemudian memunculkan gagasan untuk pengembangan Komisariat IMM UM untuk menjadi 3 komisariat. Latar belakangnya tentu saja agar kader yang semakin banyak itu memiliki ruang yang cukup untuk mengaktualisasikan diri, mengembangkan potensi yang dimiliki serta semakin menunjukkan eksistensi dan konstribusi ikatan ini bagi kader sendiri maupun lingkungan disekitarnya. Memasuki bulan maret tahun 2008, Proses regenerasi kepemimpinan, laporan pertanggungjawaban serta forum untuk perumusan masa depan organisasi melaui Musyawarah Komisariat (MUSYKOM) diselenggarakan. Wacana mengenai pengembangan komisariat pun akhirnya direalisasi meskipun sempat terjadi perdebatan yang cukup panjang antara pihak yang pro dan kontra mengenai kebijakan ini. Sementara kami yang masih MABA dan masih belum mengerti tentang apa yang sedang dibicarakan itu hanya mengamati dan mencoba memahami (meski di dalam hati sebenarnya sudah menyiapkan diri bila komisariat ini harus berkembang). Keputusan akhirpun diambil, IMM Komisariat “Al-Furqon” UM secara resmi mekar menjadi 3 cabang; Komisariat FIP (FIP), Komisariat EKSTRA (FE-FS) dan SAINTEK (FMIPA-FT). Kader-kader angkatan 2006-2007 menjadi nahkoda di Komisariat baru tersebut, sementara angkatan 2005 masuk di kepengurusan KORKOM yang berperan utama untuk mendampingi komisariat baru tersebut.
Diakui atau tidak, proses pengembangan ini memiliki dampak positif maupun negatif bagi kader maupun organisasi. Secara positif, pemekaran ini memberikan ruang yang cukup bagi kader untuk mengaktualisasikan diri. Proses dinamisasi kader berjalan lebih kompetitif karena terjadi lintas komisariat. Citra Ikatan secara eksternal terlihat semakin kuat karena semakin banyak komisariat yang ada. Sementara di sisi yang lain, dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya pengembangan itu adalah beberapa kader yang secara psikologi belum siap dan tidak menerima gagasan pengembangan itu mengalami penurunan motivasi, yang berakibat pada kurang optimal berorganisasi. Apabila tidak didampingi dengan baik, komisariat-komisariat ini juga rawan mengalami disorientasi visi serta reduksi kerja organisasi karena struktur kepengurusannya yang berisi kader-kader baru. Dengan pengembangan ini pula disharmoni antar kader akan semakin kuat karena masing-masing kader fokus terhadap komisariat masing-masing dan juga kompetisi yang terjadi.
Realitas Kekinian
Tak terasa IMM KORKOM UM beserta Komisariat-komisariat yang ada telah memasuki usianya yang ke-5. Lika-liku perjalanan menjadi cerita yang menarik, pelajaran yang berharga serta kesan yang tak akan pernah terlupakan bagi para kader-kader “Merah Hati” yang telah dan tak pernah lelah berjuang untuk Agama dan Ikatan ini. Realitas bahwa zaman terus berkembang memang sebuah keniscayaan yang tak bisa kita tahan, bahkan lawan, termasuk pada IMM ini.
Wacana mengenai pengembangan organisasi beberapa tahun ini memang begitu hangat, alasan utamanya apalagi kalau bukan optimalisasi perkaderan dan kerja organisasi agar organisasi semakin terlihat konstribusinya. Sebelum keberangkatan saya ke Pulau Flores-Nusa Tenggara Timur, wacana pengembangan PC. IMM Malang sedang panas, bahkan sampai sekarang. Latar belakangnya dikarenakan jumlah Komisariat di Malang Raya ini yang semakin banyak, ± 21 Komisariat berada di Naungan PC. IMM Malang, jumlah Komisariat terbanyak PC se Indonesia. Memang wacana itu sudah muncul 5 tahun yang lalu, dan akhir akhir ini wacana itu sudah mulai untuk dieksekusi meski ada berbagai pro dan kontra. Dan belum selesai dengan wacana Pengembangan PC. IMM Malang, hampir 6 bulan diperantauan, wacana pengembangan komisariat kembali muncul, kali ini di Universitas tempat asal saya, Universitas Negeri Malang.
Rencana pengembangan Komisariat tersebut memang sudah pernah terlintas dalam benak pikiran para kanda-Ayunda, hal ini dikarenakan perkembangan Universitas dan perkaderan lambat laun pasti akan terjadi, dan hal itu pula yang menuntut kita untuk menyesuaikan. Pada tahun 2009, salah satu jurusan di FIP UM yaitu Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan secara resmi berdiri menjadi Fakultas Ilmu Keolahragaan. Beberapa tahun kemudian disusul Fakultas Ilmu Sosial yang jurusannya berasal dari Fakultas berbeda yaitu Jur Geografi (ex. FMIPA), Sejarah (Ex. FS) dan PKn (ex. FIP) dan yang terakhir Fakultas Psikologi yang merupakan embrio FIP serta beberapa Jurusan yang saya tidak begitu update (maklum sudah lama g d kampus, hehe). Pada awalnya fakta awal itu tidak begitu berpengaruh, tapi seiring semakin berkembangnya jurusan dan fakultas yang ada, manajerial organisasi mengalami sedikit tumpang tindih. Misalnya saja ketika ada perekrutan dan suksesi kepemimpinan di FIS dimana ada 3 jurusan yang awalnya berasal dari fakultas yang berbeda dan itu artinya secara keorganisasian juga akan melibatkan 3 komisariat yang berbeda dalam merumuskan kebijakan, sehingga hal itu dirasakan kurang efektif dan efisien. Secara administratif, keanggotaan jurusan dan fakultas juga belum dirumuskan ulang pasca pengembangan jur-fak di UM tersebut. Fakta di kampus dan internal organisasi tersebut lah yang kemudian mengharuskan kita untuk merestrukturisasi keanggotaan di setiap komisariat agar dapat berjalan tertib, efektif dan optimal.
Saran Kebijakan
Sebagai Ihtiar untuk penguatan perkaderan, manajerial serta peran organisasi. Melihat dari realitas yang ada. Mungkin beberapa hal ini perlu menjadi pertimbangan dalam melangkah.
1.    Perlu adanya perapian/ restrukturisasi keanggotaan di masing-masing komisariat. Berdirinya jurusan dan fakultas yang baru perlu untuk segera dipetakan, akan menjadi bagian dari komisariat apa yg didasarkan aspek history dan disiplin keilmuan.
2.    Pemetaan Sumber Daya Kader secara Kuantitas dan Kualitas. Secara kualitas, sejauh mana potensi yang dimiliki dan pos-pos apa yang bisa dimasuki oleh mereka, baik di internal Ikatan maupun Eksternal Universitas. Secara kauntitas, pendataan mengenai jumlah kader yang ada di tiap-tiap fakultas, dengan begitu bisa dilakukan optimalisasi rekrutmen di fakultas yang masih belum banyak kader serta mempersiapkan untuk regenerasi kepemimpinan.
3.    Perumusan Visi masing-masing organisasi. Target jangka pendek (1 thn), jangka menengah (3 thn) dan jangka panjang (5 thn). Jangka pendek misalnya terget 50 /100 maba dalam setiap perekrutan, dan bisa bertahan sampai akhir. Jangka menengah misalnya, 3 tahun ke depan harus ada kader yang tampil di panggung politik. Jangka panjang misalnya, program kajian keislaman dan diskusi keilmuan harus bisa berjalan secara baik (istiqomah) dengat perangkat pembelajaran yang sistematis.
4.    Penguatan program “Akar” yaitu program yang mendasar-urgen yaitu Kajian Keislaman dan Diskusi Keilmuan.
Barangkali saran itu yang bisa sedikit kami utarakan demi keberlangsungan Ikatan ke depan.
 Tanggapan:
1.      Terkait  wacana perapian sudah menjadi keharusan untuk segera dilakukan agar manajerial organisasi bisa berjalan lebih optimal.
2.      Terkait wacana pengembangan komisariat yaitu 1) SAINTEK: MIPA-TEKNIK-FIK, 2) FIP-PSIKOLOGI, 3) FE-FIS, dan 4) FS, barangkali perlu dipikirkan ulang dan mendalam. Karena Apa?
a.       Terkait Sumber Daya Kader (SDK), apakah di tiap-tiap komisariat yang akan dikembangkan nantinya sudah mencukupi secara kuantitas-kualitas. Jangan sampai ada kesenjangan yang begitu lebar, memulai langkah dari awal kembali.
b.      Terkait psikologi kader, apakah semuanya bisa menerima dan siap. Jangan sampai pengalaman yang lalu kita ulang kembali. Jangan sampai dipaksakan segera. Kalaupun belum siap, mgkin 1 tahun bisa menjadi masa persiapan dan pematangan kader.
c.       Terkait komposisi keanggotaan, khususnya di Sastra dan Saintek nantinya. Jangan sampai mereduksi soliditas dan potensi yang ada serta memberikan beban berlebih. Aspek history dan fakta dilapangan serta disiplin keilmuan perlu dipertimbangan lagi.
d.      Mungkin ada baiknya perapian saja, agar para kader bisa membincang lebih banyak masalah visi organisasi. Dikhawatirkan apabila dikembangkan, kita semua kembali mulai melangkah dari awal dengan SDK yang terbatas. Penguatan harmonisasi kader lintas komisariat.

Rabu, 27 Juni 2012

27 Juni 2012

kemaren, hari ini atau esok...
begitu banyak hal yang tak mudah uda dilupakan, tak pernah bosan dengan kalian.
segala sesuatu..
segala hal..
kalian sangat berarti.

tak peduli bagaimana orang memandang kita, kelakuan kita..
inilah kita.

dengan segala yang kita miliki,
kalian tetap yang terbaik.
banyak hal yang tak ku dapatkan selain dengan kalian.
bersama, itu lebih baik.

-- perlahan kalian pergi.
tidak untuk selamanya, hanya beberapa hari dari hari ini.
berat...
setelah canda, tawa dan keceriaan,
tiba-tiba terasa hening.

-- inilah kehidupan --

Senin, 21 Mei 2012

It's me


Diam bukan berarti tak merasa...Jika ku diam karena ku tak ingin semakin tersayat
Jika ku diam ku tahu dengan ini semua akan baik-baik saja,
meski terkadang hati tak bisa menerima.

Diam bukan berarti setuju…
Jika banyak orang mengatakan diamnya wanita berarti ‘iya’, tak semuanya seperti itu.
Ku diam karena ku yakin dengan ini ‘mereka’ akan senang.

Diam adalah emas.
Benar, diam memiliki nilai yang tinggi.
Diam memiliki banyak makna yang tersirat
Diam,, diam,, diam,, dan diam,,,
Jika itu membuat ku lebih baik.

Rabu, 02 Mei 2012

Merenung....

mungkin sering dalam perjalanan dakwah kita menemui orang yang tidak mau berdakwah dengan dalih "maaf,saya masih merasa belum baik" atau "maaf saya masih banyak dosa" atau "maaf berdakwah itu untuk orang yang sudah solih,sedangkan saya masih banyak dosa,bagaimana mungkin saya mengajak orang lain untuk baik?"

maka saya jawab : 
jangan sampe dosa kita itu disebabkan keengganan kita berdakwah dengan alasan2 di atas.padahal dengan mundurnya qta dari medan dakwah bukan menjadikan keadaan dakwah ini menjadi lebih baik.berdakwah itu tidak harus menjadi manusia yang sempurna dlu.ayo renungkan surat an-nur ayat 21.Dr. Aidh Al-Qorni menyampaikan karena setiap orang -walaupun pendosa sekalipun-, pantas dan berhak untuk berdakwah dan berceramah kepada manusia.tentunya sesuai dgn kapasitasnya.

mungkin sering qta dengar ketika ada orang yang semangat berdakwah,lalu dia melakukan kesalahan lalu dikatakan "ah munafik,ternyata sama saja dengan yang lain".

maka saya jawab : para da`i,ustadz dan orang2 yang semangat dalam dakwah juga manusia,bukan malaikat yang selalu benar.dan beda orang yang ikhlas berdakwah dengan orang munafik.orang yang ikhlas berdakwah sekalipun ada peluang berbuat dosa dan kesalahan akan dihapus dosa yang telah mereka lakukan.renungi hadits ke 18 dari hadits arba`in.tapi orang munafik bukanlah orang yang ikhlas karena Allah.

mari kita renungi hadits : “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalau sekiranya kamu tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kamu. Kemudian Allah akan mendatangkan kaum selain kamu. Mereka berbuat dosa, dan mereka meminta ampun kepada Allah, lalu Allah mengampuni mereka.” (H.R. Muslim)

lalu.masih malukan qta berdakwah?



NB: diambil dari status facebookers,
jangan malu, jangan merasa minder, jangan menunggu baik untuk melakukan sesuatu yang baik :))

Minggu, 29 April 2012

Selangkah Bersama...


"kakak tahu kenapa sampai saat ini mereka belum selesai kuliah?? semua demi HIMA PERSIS kak..."

tak bisa berkata apa-apa, terharu...
kalian lah yang telah mengajari ku banyak hal, yang tak kudapatkan di tempat lain. Dari kalian aku belajar...

Aku tahu kenapa kalian rela melakukan ini, kalian tak ingin mengecewakan kami yang kalian bilang sangat bersemangat untuk membangun kembali Hima Persis ini. Sedikit tahu cerita tentang kalian yang masih bertahan sampai saat ini, lika-liku perjalanan kalian mulai dari deklarasi, terbentuknya Hima Persis di Malang sampai akhirnya dijadikan PW Hima Persis Jawa Timur. Bukan hal mudah ketika satu persatu mereka mulai meninggalkan, kalian masih bertahan. Mungkin jika aku di posisi kalian aku tak akan sanggup. 
Apa alasan sebenarnya kalian masih bertahan??

ketika kebanyakan mereka pergi demi organisasi yang sudah maju dan tak peduli, kalian memilih tetap bertahan. Mungkin benar, butuh mental pejuang untuk bisa bertahan dan dapat membangun Hima Persis, karena kita harus memulai dari nol. sebentar lagi, semoga ini awal dari pergerakan kita.

"Bukan tanpa gagasan besar organisasi ini di bangun. Juga bukan hanya karena euphoria organisasi, semata-mata organisasi ini dilahirkan. Secara paradigmatik prinsipil, lahirnya organisasi Hima Persis tidak untuk menambah deretan panjang daftar Ormawa [Organisasi Mahasiswa] di Indonesia. Namun karena kita masih punya harapan besar tentang masa depan Islam, masa depan pemikiran Islam, dan masa depan mahasiswa Islam. Kita masih punya cita-cita luhur untuk meresfon persoalan-persoalan pemikiran Islam, kerakyatan, keumatan maupun kebangsaan". (Lam Lam Pahala)

terimakasih untuk kakak-kakak semua yang masih bertahan, berjuang dan mendampingi kami. perjuangan kalian insyallah tak akan sia-sia :))
dan teman-teman yang masih peduli, don't give up. Bersatu untuk membangun kembali Hima Persis...

Selasa, 21 Februari 2012

HATI

Izinkan saya untuk menulis ini..sebuah peasaan yang tentu, tak jelas keinginannya apa.
aku sendiri sulit untuk mengerti, ketika aku menginginkan ini dia menolak..
ahh,, pusing !!!
aku mencoba memahami sedikit demi sedikit akan kemauannya
hingga akhirnya aku pun tersadar, dia tak menginginkan siapa pun,
dia hanya ingin aku tetap menjaganya, untuk kebaikan ku juga...

begitu berharganya kau..
bersedia melindungiku meski terkadang aku menyakitimu.
jika kau bersedia, bantu aku sampai ku dapat menemukan orang yang benar-benar tepat,
agar kau tak tersakiti seperti dulu kala :))trimakasih untuk hati,
sesering apapun kau tersakiti, tapi kau tetap setia mejaga diri ini.. 

Malang, 20 Februari 2012
5.40 WIB

Senin, 20 Februari 2012

Untuk kita yang selalu ada

aku tak akan mendukung kamu atau kamu, kalian sama bagi ku begitu berarti. jangan kau terpuruk dengan hal itu, coba bangkit dan berkata 'itu hanya masa lalu yang akan membuat ku lebih dewasa'. bangkitlah kawan...
kasihanilah diri yang tersiksa oleh runtukanmu setiap hari, tak sadarkah kau bahwa dirimu sudah melakukan kebodohan?? 
tertawa meskipun itu menyakitkan, meski dalam keramaian kau masih merasa sepi..
ini tak ubahlah sesuatu yang mengerikan, 
sebuah keheningan dalam kesendirian...

kawan,,
jika memang kau menginginkan hal ini, sadarlah bunda mu juga merasakan ..
apa kau tak kasihan kepadanya?
beliau begitu berharga, kenapa kau buat seperti ini?!

tak hanya kau yang merasakan ini, semua orang yang berada di dekatmu juga..
sakit memang, tapi ingatlah tak ada penyakit yang tak ada obatnya.
percayalah,,
Dia yang memberikanmu semua ini, kembalilah kepadaNya..
Dia yang Maha Penolong dan Maha segalanya,
tak ada yang tak bisa Dia lakukan,
jika Dia berkehendak, apapun itu akan terlaksana,
tak ubahnya dengan rasa yang kau alami itu...

#ketika kau merasa sendiri, itu hanya sebuah perasaan yang menyiksa...
Malang, 19 Februari 20120
5.42 WIB
- kost - 

Rabu, 08 Februari 2012

Ke-Ambigu-an

sulit sekali untuk mengatasi hal itu, meski sering terucap.
banyak hal yang kadang tak bisa dibedakan.

tak ingin hidup sebagai segumpal daging yang bernama.

indah melihatnya,
bebas, tanpa batasan...
tak bisa jika hanya ingin, harus ada usaha.


Tapi,,,,

Sabtu, 17 Desember 2011

Aseeekkk !!

Sebuah komitmen sudah tertancap dalam hati,
tak ingin mengingkari...
yakin akan niat kepadaNya,,
dan menjaga agar tak ada lagi yang terluka atau dilukai...


hingga waktu yang akan menentukan,,, :)


Minggu, 30 Oktober 2011

Distribusi Pendapatan


2.1 Konsep-konsep Distribusi Pendapatan
Distribusi pendapatan nasional menggambarkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya. Distribusi pendapatan nasional akan menentukan bagaimana pendapatan nasional yang tinggi akan mampu menciptakan perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan dalam masyarakat. Distribusi pendapatan nasional yang tidak merata, tidak akan menciptakan kemakmuran bagi masyarakat secara umum. Terdapat berbagai kriteria atau tolok ukur untuk menilai kemerataan distribusi pendapatan nasional, tiga diantaranya yang paling lazim digunakan.
2.1.1 Kurva Lorenz
Kurva Lorenz menggambarkan distribusi kumulatif pendapatan nasional di kalangan lapisan-lapisan penduduk secara kumulatif juga. Selain itu kurva ini juga memperlihatkan hubungan kumulatif aktual antara persentase jumlah penduduk penerimaan pendapatan tertentu dari total penduduk dengan persentase pendapatan yang benar-benar mereka peroleh dari total pendapatan selama, misalnya satu tahun.
Kurva ini terletak dalam sebuah bujur sangkar yang sumbu horizontalnya menggambarkan persentase kumulatif penduduk, sedangkan sumbu vertikalnya menggambarkan persentase kumulatif pendapatan nasional. Garis diagonal yang membagi bujur sangkar disebut “garis kemerataan sempurna” dimana Kurva Lorenz akan ditempatkan. Kurva Lorenz yang semakin dekat ke diagonal (semakin lurus) menggambarkan distribusi pendapatan nasional yang semakin merata, sebaliknya jika kurva Lorenz semakin jauh dari diagonal (semakin lengkung) berarti distribusi pendapatan nasional semakin timpang atau tidak merata.
Description: E:\images (1).jpg
2.1.2 Indeks atau Rasio Gini
Indeks atau Rasio Gini adalah suatu koefisien yang berkisar antara angka 0 hingga 1 (0<G<1). Rasio Gini ini menjelaskan tentang kadar kemerataan (ketimpangan) distribusi pendapatan nasional. Semakin kecil koefisiennya (mendekati nol) maka pertama semakin baik atau merata distribusinya, sebaliknya apabila koefisiennya semakin besar (mendekati angka 1) maka distribusinya kian timpang atau senjang.
Perhitungan Rasio Gini juga dapat dilakukan dengan cara matematik dengan rumus:
                     n
   KG= 1 – å   (Xi+1 – Xt)(Yt + Yt+1)
                            1
KG = Angka Koefien Gini
X = Proporsi jumlah rumah tangga kumulatif dalam kelas i
Fi = Proporsi jumlah rumah tangga dalam kelas I
Yi= Proporsi jumlah pendapatan rumah tangga kumulatif kelas I

2.1.3 Kriteria Bank Dunia
Kriteria ketidakmerataan versi Bank Dunia didasarkan atas porsi pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk.
Indikator ketimpangan distribusi pendapatan menurut Bank Dunia
Distribusi Pendapatan
Tingkat Ketimpangan atau Kesenjangan
Kelompok 40% penduduk termiskin pengeluarannya <12% dari keseluruhan pengeluaran
Tinggi
Kelompok 40% penduduk termiskin pengeluarannya 12% sampai 17% dari keseluruhan pengeluaran
Sedang
Pengeluarannya >17% dari keseluruhan pengeluaran
Rendah

2.2 KETIDAKMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN
2.2.1 Ketidakmerataan Pendapatan Nasional
Ketidakmerataan distribusi pendapatan merupakan salah satu permasalahana pembangunan sebab pertumbuhan ekonomi tidak banyak bermanfaat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila distribusi hasil pembangunan tidak merata. Terdapat 8 (delapan) penyebab ketidakmerataan distribusi pendapatan, diantaranya: pertumbuhan penduduk yang tinggi, inflasi, pembangunan daerah tidak merata, penggangguran tinggi, mobilitas sosial rendah, memburuknya nilai tukar produk NSB, dan hancurnya industri kerajinan rakyat.
Distribusi atau pembagian pendapatan antar lapisan pendapatan masyarakat ditelaah dengan mengamati perkembangan angka-angka rasio Gini. Namun koefisien ini sendiri bukanlah merupakan indikator paling ideal untuk mengukur ketidakmerataan distribusi pendapatan antar lapisan. Derajat ketidakmerataan pendapatan dinyatakan dengan koefisien Gini (Gini Ratio), yang bernilai 0 (Kemerataan sempurna) sampai dengan 1 (Ketidakmerataan sempurna). Sebaran Gini Ratio berkisar antara 0,50-0,70 = ketidakmerataan tinggi, 0,36-0,49 = ketidakmerataan sedang, dan 0,20-0,35 = ketidakmerataan rendah. Koefisien Gini dapat diperoleh dengan menghitung rasio bidang yang terletak antara garis diagonal dan kurva Lorenz dibagi dengan luas separuh bidang di mana kurva Lorenz itu berada. Dalam Ilmu Ekonomi Industri, Koefisien Gini juga dapat dipergunakan untuk melihat konsentrasi pasar.
Koefisien Gini yang ditaksir melalui pendekatan pengeluaran sebenarnya kurang relistis, cenderung kerendahan. Hal ini mengingat di dalam data pengeluaran, unsur tabungan yang merupakan bagian dari pendapatan tidak turut terhitung. Padahal porsi pendapatan ditabung umumnya cukup besar di lapisan masyarakat berpendapatan tinggi.
2.2.2 Ketidakmerataan Pendapatan Spasial
Ketidakmerataan distribusi pendapatan antar lapisan masyarakat bukan saja berlangsung secara nasional akan tetapi hal itu juga terjadi secara spasial atau antar daerah yakni antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Ketidakmerataan pendapatan yang berlangsung antar daerah tidak hanya dalam hal distribusinya, tapi juga dalam hal tingkat atau besarnya pendapatan itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dengan cara membandingkan persentase penduduk pedesaan terhadap penduduk perkotaan untuk tiap-tiap golongan pendapatan.
Porsi penduduk pedesaan yang berada pada rentang pendapatan lapis bawah lebih besar dari pada porsi penduduk perkotaan. Sebaliknya pada rentang lapis atas, porsi penduduk perkotaan lebih kecil.
2.2.3 Ketidakmerataan Pendapatan Regional
Secara regional atau antar wilayah, berlangsung pula ketidakmerataan distribusi pendapatan antar lapisan masyarakat. Bukan hanya itu, diantara wilayah-wilayah di Indonesia bahkan terdapat ketidakmerataan tingkat pendapatan itu sendiri. Jadi, dalam perfektif antar wilayah, ketidakmerataan terjadi baik dalam hal tingkatan pendapatan masyarakat antara wilayah yang satu dengan yang lain, maupun dalam hal distribusi pendapatan di kalangan penduduk masing-masing wilayah.
Dalam perbandingan antara pulau Jawa dengan luar jawa, secara umum distribusi pendapatan di kalangan lapisan-lapisan luar jawa lebuh baik dari pada di Jawa.
Dalam hal tingkat pendapatan sendiri, terdapat perbedaan yang cukup mencolok diantara wilayah-wilayah tanah air. Perbandingan ini dapat dilakukan melalui angka-angka produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita antar propinsi.
2.3  Kesenjangan sosial
Di lihat berdasar indikator, terlihat masih berlangsungnya kesenjangan kesejahteraan antara penduduk desa dan penduduk kota. Bahkan untuk beberapa variable atau indikator, sekalipun skor kesejahteraaannya mengisyaratkan adanya perbaikan, perbedaan itu cukup signifikan. Persentase penduduk berusia 10 tahun ke atas yang dapat membaca lebih besar di kota daripada di desa. Keadaan bayi dan anak-anak balita di kota lebih baik daripada mereka yang tinggal di desa. Kelayakan rumah penduduk kota jauh lebih baik daripada rumah penduduk di desa. Indeks mutu hidup di kota lebih baik daripada di desa. Semua ini cukup untuk membuktikan betapa masih memperhatikannya kesenjangan sosial antara penduduk desa dan penduduk kota.
Ketidakmerataan atau ketimpangan diukur dengan berbagai variabel serta dalam berbagai dimensi. Hal ini merupakan fenomena sampingan yang tak terelakan dalam PJP I. Ketimpanagan yang bersifat majemuk dan berskala nasional. Kendati sejak Pelita III aspek pemerataan menepati urutan sekaligus prioritas utama, namun dalam pelaksaanya tampaknya tidak sepenuhnya ditepati. Tekanan pembangunan sejak pelita III sebagaimana tercermin dari berbagai program atau proyek semisal pembangunan pembangunan SD inpers,pasar inpers,puskesmas dan berbagai sarana public lainnya. Hal ini tertuju pada upaya pengurangan kemiskinan, bukan upaya pemerataan. Pengurangan kemiskinan, bukan upaya pemerataan. Pengurangan kemiskinan memang perlu karena kemiskinan bertalian dengn ketimpangan. Sebagai suatu bangsa, bukan hanya ingin hidup lebih makmur, tetapi mendambakan kebersamaan dan kemakmuran kesejahteraan bersama yang relative setara, tanpa perbedaan satu sama lain.
Kesejahteraan merupakan keinginan lahiriah. Keadaan seperti itu dapat memenuhi kepuasan hidup manusia secara individu. Manusia merupakan makhluk social, setiap orang merupakan bagian hidup dari masyarakat. Dalam kapasitas sebagai makhluk social,manusia membutuhkan kebersamaan dengan manusia lain dalam masyarakat. Kesetaraan kemakmuran dalam arti perbedaan yang tidak terlalu mencolok, merupakan salah satu sarana yang memnungkinkan orang dapat hidup bermasyarakat dengan baik dan tenang,tidak menimbulkan kecemburuan social. Kemerataan sama pentingnya dengan kemakmuran. Penguragan ketimpangan atau kesenjangan sama pentingnya dengan pengurangan kemiskinan   
2.4 Ketimpangan Pembangunan
Ketimpangan pembangunan di Indonesia selama ini berlangsung dan berwujud dalam berbagai bentuk, aspek, atau dimensi. Ketimpangan tersebut berupa pendapatan per kapita kegiatan atau proses pembangunan, ketimpangan spasial, serta ketimpangan sektoral dan regional. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat dari banyak hal, seperti bermunculannya kawasan kumuh (slumps) yang berada di tengah kota, selain itu juga dengan hadirnya pemukiman mewah yang berada di pinggiran kota. Perbedaan gaya hidup yang mencolok dalam masyarakat jua turut menjadi bukti terjadinya ketimpangan pembangunan.
Dalam mengatasi masalah ketimpangan pembangunan yang terjadi telah ada upaya untuk menanggulanginya seperti Peltia III, dilakukan dengan menempatkan pemerataan sebagai prioritas pertama dalam trilogi pembangunan.  Tetapi hasilnya hingga kini belum juga memuaskan. Ketimpangan  pada sektoral dan regional dalam suatu pembangunan dapat dilihat dengan menelaah perbedaan yang mencolok dalam aspek penyerapan tenaga kerja, alokasi dana perbankan, investasi dan pertumbuhan. Ketimpangan pertumbuhan anatara sektor tidak hanya terjadi pada masa pelita I sampai pelita V saja, namun juga direncanakan pada masa yang akan datang. Pada aspek pertumbuhan, ketimpangan sektoral akan terlihat mencolok apabila membandingkan antara sektor pertanian dengan sektor industri pengolahan.
Ketimpangan pertumbuhan antara sektor, khususnya sektor pertanian dan industri pengolahan merupakan suatu hal yang memang telah direncanakan. Perencanaan ini terkait dengan cita-cita nasional yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara industri. Demi mencapai negara yang maju, industrialisasi telah dipilih sebagai jalur pembangunan negara. Namun jika hanya berfokus pada sektor industri saja, maka tentunya dari sektor pertanian akan menglami ketimpangan. Seperti lahan pertanian akan semakin berkurang karena digunakan untuk lahan industri. Padahal sektor pertanian ini merupakan salah satu  sumber pendapatan yang banyak didapat dari negara Indonesia. Oleh karena itu disamping peningkatan sektor industri, dari sektor pertanian juga tetap harus dipertahankan atau paling tidak diperbaiki lagi agar mutunya bisa lebih bagus.
Terjadinya ketimpangan dalam distribusi pendapatan nasional merupakan masalah yang sering terjadi dalam negara yang sedang berkembang.  Berawal dari pendistribusian pendapatan nasional yang tidak merata, lalu berdampak pada ketimpangan pendapatan daerah dan memicu terjadinya dampak meningkatnya angka kemiskinan. Beberapa  faktor yang dapat menyebabkan ketimpangan pembangunan yakni :
1.    Saat pertama kali diadakan Pelita, sumber daya alam, kapital dan sarana prasarana tidak setara terhadap sumber daya manusia, sektor ekonomi, serta wilayah. Sehingga peluang dan harapan dalam pembangunan menjadi tidak seimbang. Ada yang cepat menyerap tenaga kerja, namun ada juga yang lamban dalam menyerap tenaga kerja.
2.    Terlalu berpusat pada sektor industri, sehingga sektor-sektor perekonomian yang lainnya cenderung diabaikan. Padahal sektor yang lainnya tersebut tetap dalam kondisi yang stagnan, terutama dari sektor pertanian, karena pada dasarnya Indonesia adalah negara agraris yang kaya akan dari sektor pertaniannya. Sebagaimana keyakinannya yang cenderung condong terhadap sektor industri tentu nantinya akan berprinsip efisiensi sebagai pijakan utama. Sektor industri selalu memproduksi barang dan jasa serta berprinsip mencari keuntungan yang banyak dengan modal yang sedikit. Dari kegiatan produksi tersebut tentu nantinya akan banya tercipta para pemilik modal. Akibat dominasi modal maka setiap hasil produksi tersebut nantinya akan banyak menguntungkan dari para pemilik modal. Sedangkan dari para tenaga kerja mendapat penghasilan yang tetap dari upah yang diberikan pemilik tanah. Para pemilik tanah mendapatkan laba dari sewa tanah yang telah disepakati dengan pemilik modal.
Dalam sistem pembagian pendapatan ini cenderung ditetapkan secara sepihak olehpemilik lahan akibat posisi tawar mereka yang jauh lebih kuat daripada para buruh tani. Oleh karena itu, ketimpangan pemerataan pendapatan dalam hal ini bukanlah merupakan dari kebijakan pemerintah yang mengutamakan sektor tertentu, namun karena ketidak adilan pembagian hasil pendapatan.